Skip to content

Sinopsis

Januari 18, 2009

Ini adalah novel kedua dalam blog ini, yang saya beri judul : SANG KHALIFAH, yang merupakan pergulatan batin dalam pencarian jatidiri insani. Kisah ringkasnya begini ………

Sinopsis Novel :

SANG KHALIFAH
(Novel tanpa narasi)

Novel tanpa narasi yang berjudul SANG KHALIFAH ini bercerita tentang pergulatan seorang anak manusia dalam menemukan jatidirinya sebagai khalifah Tuhan yang memegang bawat kaprajan di bumi Tuhan berkat pertemuannya dengan seorang Guru spiritual.
Pelaku dalam novel ini tak bernama (a-nonim), dan tidak bergender. Artinya, dia bisa siapa saja. Bisa penulis novel ini, bisa pula Anda yang sedang membaca. Kecuali itu, novel ini pun tidak punya lokus yang menunjukkan tempat terjadinya cerita. Kalau di dalamnya ada disebutkan nama tempat, maka nama itu hanya sekedar memberi petunjuk tentang sesuatu yang lokal dan global saja. Maka, cerita ini bisa terjadi di mana saja, tentang siapa saja, dari latarbelakang suku bangsa apa saja, ras apa saja, dan penganut agama apa saja.
Kalau di dalam novel ini dipetik beberapa ayat kitab suci, ujaran atau kata-kata para Nabi, Avatar dan Orang Suci, itu hanya sekedar menunjukkan bahwa dalam setiap keyakinan agama selalu terdapat titik temu, karena umat manusia ini berasal dari Tuhan yang tunggal..
Pergulatan batin tokoh dalam cerita ini adalah pergulatan upaya mencari jatidiri insaninya. Terlalu banyak orang – termasuk tokoh dalam cerita ini – yang terjebak dalam kubangan kepicikan karena begitu banyak atribut yang dilekatkan kepadanya. Tokoh dalam cerita ini dengan bantuan Guru yang dia panggil Bapak, dipaksa menanggalkan satu demi satu atribut dirinya, mulai dari nama, tempat kelahiran, pekerjaan, kebangsaan, sampai dia tidak memiliki atribut apa pun kecuali atribut yang disematkan Tuhan kepadanya, yaitu Sang Khalifah.
Tetapi penemuan atas jatidiri yang tanpa atribut itu tidak lantas menyebabkan cerita ini berakhir, karena begitu banyak konflik batin yang terus berkecamuk, seperti sebuah perebutan kekuasaan atas kedirian Sang Khalifah.
Novel ini sama sekali tidak bernarasi, hanya berupa dialog antara Sang Khalifah dan Guru Spiritualnya. Hal tersebut disengaja untuk menghindari infiltrasi opini penulis sehingga mengaburkan ketokohan Sang Khalifah dan Gurunya. Selain itu, masuknya narasi dalam novel ini sangat tidak mungkin, karena bagaimana mungkin sebuah gejolak jiwa, gejolak batin, pertempuran dalam diri Sang Khalifah dapat dinarasikan. Sang Khalifah melukiskan gejolak itu dalam bentuk pertanyaan, sanggahan dan opini, dan Gurunya pun merespon rasa gelisah Sang Khalifah dengan meluncurkan nasehat, teguran dan simbol-simbol yang harus dipecahkan sendiri oleh muridnya.[*]

Iklan

From → Novel

2 Komentar
  1. wahyu permalink

    Membaca sinopsisnya sih … wah bakalan seru kelihatannya. Aku menunggumu.

  2. Wah, Pak Rahman pinter bikin Novel yah?

    Salam kenal Pak Rahman, saking kula Ali Rahmat (http://ali2000.itgo.com)

    Panjenengan napa sak puniko teksih dados penyiar wonten RRI Purwokerto?

    Jan rumiyin kula pendengar setia kooh,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: