Skip to content

Beranda

Januari 1, 2009

Persis jam 00.00 semalam, kita memasuki tahun 2010, sekaligus meninggalkan tahun 2009. Apa maknanya ? Banyak sekali yang dapat diungkapkan pada setiap pergantian tahun.

Pertama, pergantian tahun merupakan indikasi bahwa perjalanan hidup memang tidak kenal henti. Waktu terus berjalan. Tidak sedetik pun waktu berhenti. Karena waktu terus berjalan, maka Tuhan mengingatkan “demi waktu, sesungguhnya setiap manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang tetap dalam keimanan dan selalu mengerjakan perbuatan baik”. Tuhan mengecualikan orang yang beriman dan beramal saleh sebagai orang-orang yang mampu mengendalikan waktu. Atau paling tidak, menjadikan waktu hidupnya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Kedua, pergantian tahun menandakan adanya dinamika yang terus menggelinding, karena pergantian tahun selalu diikuti dengan sebuah resolusi untuk mengungkapkan apa yang ingin diraih pada tahun yang baru saja dimasuki. Maka, jika dibuat daftar resolusi, pasti akan ada serangkaian panjang keinginan dan harapan, yang pastilah selalu baik. Tidak ada orang yang mengharapkan datangnya keburukan. Setiap orang mengharapkan kebaikan dan keberuntungan. Maka, keinginan dan harapan itu merupakan pertanda sebuah dinamika. Keinginan untuk terus bergerak dan berubah ke arah yang lebih baik.

Ketiga, pergantian tahun juga selalu diwarnai dengan perdebatan. Lho koq ? Ya jelas kan, karena setiap kali tahun berganti orang saling mempertanyakan, sebenarnya usia kita ini bertambah atau berkurang ? Ada yang menganggap usia bertambah, tatapi tidak sedikit juga yang menganggap sebaliknya. Sebenarnya sih perdebatan ini tidak penting-penting amat. Berkurang atau bertambah, kata cucu saya, nggak ngaruh tuh. Ya jelas, karena bukan di situ letak esensinya. Esensi usia sebenarnya adalah kesempatan hidup untuk berbuat sesuatu. Sedangkan melakukan sesuatu, atau dengan perkataan lain, berbuat, berkarya, beramal, memang merupakan kewajiban insani karena di situlah wilayah kekuasaan manusia. Manusia diberi wewenang untuk berusaha. Maka berusaha adalah tanda hidup manusia. Semakin baik karya yang dihasilkan dan semakin tinggi nilainya bagi umat manusia, artinya dia telah menjadikan usia atau kesempatan hidupnya itu menjadi sesuatu yang produktif. Tanpa perlu menghitung berapa panjang usianya, orang akan mengenang. Nabi Isa as yang oleh kaum Nasrani disebut Yesus Kristus, tidak berumur panjang, tetapi karya dan cinta kasih hidupnya kepada sesama, menyebabkan ia selalu dirasakan kehadirannya di tengah-tengah manusia.

Demikianlah, dengan tiga hal itu, mari kita meniti perjalanan kita di tahun 2010. Mudah-mudahan bermanfaat.

Salam,

Iklan

From → Uncategorized

4 Komentar
  1. Assalamu’alaiku wr.wb

    Pak De Rakhman, terimakasih banyak atas ilmu yang Pak De Rakhman berikan…Semoga jadi ladang amal Pak De Rakhman. Kapan-kapan Tony silaturahmi lagi ke rumah Pak De Rakhman lagi, soalnya banyak hal yang didapatkan dari silaturahkmi, terkadang hal-hal yang tidak kita sangka dan sudah lama kita cari ga dapat2 eh…dengan silaturahmi kita dapatkan dan hal itu didapatkan secara cuma-cuma alias gratis he..

    Sekian dulu Pak De,
    Terimkasih.

    Tony

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  2. wah…tampilan baru. Bagus, lebih bagus kalo konspirasinya segera dilanjutkan…hehehe

  3. gobed permalink

    lhaaa…rika jembule cempulek nang kene..tek goleti gutul aring mbandung..ujarku esih karo mbekayu tati ramelan..
    lhaaa kesuwun pisan..

  4. @gobed : aku mandan kelalen wara … jajal nganggo jeneng asli dadi mengko inyong ngerti … kesuwun ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: