Rahmansuhari’s Blog

rumah novel, cerpen, skenario tv/film

Beranda

Persis jam 00.00 semalam, kita memasuki tahun 2010, sekaligus meninggalkan tahun 2009. Apa maknanya ? Banyak sekali yang dapat diungkapkan pada setiap pergantian tahun.

Pertama, pergantian tahun merupakan indikasi bahwa perjalanan hidup memang tidak kenal henti. Waktu terus berjalan. Tidak sedetik pun waktu berhenti. Karena waktu terus berjalan, maka Tuhan mengingatkan “demi waktu, sesungguhnya setiap manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang tetap dalam keimanan dan selalu mengerjakan perbuatan baik”. Tuhan mengecualikan orang yang beriman dan beramal saleh sebagai orang-orang yang mampu mengendalikan waktu. Atau paling tidak, menjadikan waktu hidupnya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Kedua, pergantian tahun menandakan adanya dinamika yang terus menggelinding, karena pergantian tahun selalu diikuti dengan sebuah resolusi untuk mengungkapkan apa yang ingin diraih pada tahun yang baru saja dimasuki. Maka, jika dibuat daftar resolusi, pasti akan ada serangkaian panjang keinginan dan harapan, yang pastilah selalu baik. Tidak ada orang yang mengharapkan datangnya keburukan. Setiap orang mengharapkan kebaikan dan keberuntungan. Maka, keinginan dan harapan itu merupakan pertanda sebuah dinamika. Keinginan untuk terus bergerak dan berubah ke arah yang lebih baik.

Ketiga, pergantian tahun juga selalu diwarnai dengan perdebatan. Lho koq ? Ya jelas kan, karena setiap kali tahun berganti orang saling mempertanyakan, sebenarnya usia kita ini bertambah atau berkurang ? Ada yang menganggap usia bertambah, tatapi tidak sedikit juga yang menganggap sebaliknya. Sebenarnya sih perdebatan ini tidak penting-penting amat. Berkurang atau bertambah, kata cucu saya, nggak ngaruh tuh. Ya jelas, karena bukan di situ letak esensinya. Esensi usia sebenarnya adalah kesempatan hidup untuk berbuat sesuatu. Sedangkan melakukan sesuatu, atau dengan perkataan lain, berbuat, berkarya, beramal, memang merupakan kewajiban insani karena di situlah wilayah kekuasaan manusia. Manusia diberi wewenang untuk berusaha. Maka berusaha adalah tanda hidup manusia. Semakin baik karya yang dihasilkan dan semakin tinggi nilainya bagi umat manusia, artinya dia telah menjadikan usia atau kesempatan hidupnya itu menjadi sesuatu yang produktif. Tanpa perlu menghitung berapa panjang usianya, orang akan mengenang. Nabi Isa as yang oleh kaum Nasrani disebut Yesus Kristus, tidak berumur panjang, tetapi karya dan cinta kasih hidupnya kepada sesama, menyebabkan ia selalu dirasakan kehadirannya di tengah-tengah manusia.

Demikianlah, dengan tiga hal itu, mari kita meniti perjalanan kita di tahun 2010. Mudah-mudahan bermanfaat.

Salam,

Januari 1, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Uncategorized | | & Komentar

Dalam kenangan, dalam renungan.

Tahun 2009, akhirnya berlalu meninggalkan banyak kesan dan kenangan. Ada pahir getir, ada manis, ada duka, ada gembira, semuanya adalah sunatullah. Baca selebihnya »

Desember 31, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Ekstra | | Belum Ada Tanggapan

Selamat Tahun Baru 2010

Dua hari lagi, tahun 2009 akan segera berakhir. Lalu kita bersama akan memasuki tahun baru 2010 dalam suasana ketika negara kita sedang dihadapkan pada banyak masalah. Baca selebihnya »

Desember 30, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH(10)

“ Benar juga, Pak.”
“ Nah, bukankah lebih baik jika aku tetap menggunakan kata qolbu ?”
“ Iya, Pak, sekarang aku tahu alasannya.” Baca selebihnya »

April 19, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH (9)

“ Itu semua tergantung pada kesiapanmu, Anakku, karena setiap saat Tuhan mengilhamkan kepadamu jalan takwa dan pada saat yang bersamaan pula Dia mengilhamkan kepadamu jalan kefasikan. Kalau kamu tidak pernah bergerak dan hanya berputar-putar di alam materi, maka ilham yang mampu kamu tangkap adalah ilham kefasikan, yakni ketika yang selalu kamu dengar adalah ajakan berselingkuh, mencuri, mencerca orang lain dan bahkan mungkin ajakan untuk membunuh.” Baca selebihnya »

April 13, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH (8)

“ Jangan tergesa-gesa, Anakku. Ketergesaanmu itu adalah perwujudan Firaunmu. Jangan tergesa-gesa. Pada waktunya kamu akan memperoleh cara itu.”
“ Bapak, apakah Firaunku itu sama dengan Prabu Dasamuka dalam kisah Ramayana itu ?” Baca selebihnya »

April 4, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH (7)

tiga

“ Rasanya, Bapak adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.”
“ Amin.” Baca selebihnya »

Maret 21, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | 1 Komentar

KONSPIRASI (13)

Suasana tiba-tiba menjadi sangat menyenangkan. Berkali-kali Hesti mencium pipi Supardi. Hesti memang anak yang paling disayang oleh Supardi lebih dari anak-anaknya yang lain. Baca selebihnya »

Maret 15, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH (6)

“ Ah, Bapak ini, bagaimana bisa aku diam dan pada saat yang bersamaan aku harus bergerak. Itu mustahil kan, Pak ? Tidak ada seorang manusia pun yang dapat melakukan dua aktivitas sekaligus. Diam dan bergerak. Ah, Bapak jangan bercanda begitu ah. Aku benar-benar ingin tahu, Pak.” Baca selebihnya »

Maret 10, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

KONSPIRASI (12)

Fauzi menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tubuhnya sedikit berguncang. Baca selebihnya »

Maret 5, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan

SANG KHALIFAH (5)

“ Apa maksud Bapak ?”
“ Kamu sedang berproses, Anakku. Kamu sedang mengalami pencerahan akal pikiran dan kehendak. Kamu sedang mulai berjalan menguak pintu kemerdekaan diri sejatimu.” Baca selebihnya »

Maret 3, 2009 Ditulis oleh rahmansuhari | Novel | | Belum Ada Tanggapan